Bunyi Menyebabkan Kebisingan ( Fisika Lingkungan)

bising

Bunyi

Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.

Kebanyakan suara adalah gabungan berbagai sinyal getar terdiri dari gelombang harmonis, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan getar osilasi ataufrekuensi yang diukur dalam satuan getaran Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam satuan tekanan suara desibel (dB). Kenyaringan yang berlebih dapat mengakibatkan kebisingan yang sehingga dapat mengganggu pendengaran.

Kebisingan

Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan, termasuk ternak, satwa, dan sistem alam. Kebisingan merupakan gangguan yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan terutama yang berasal dari kegiatan operasional peralatan pabrik. Sedangkan operator atau karyawan yang mengoperasikan peralatan pabrik merupakan komponen lingkungan yang terkena pengaruh disebabkan adanya peningkatan kebisingan. Dari sumber dan survei yang dilakukan di area pabrik tingkat kebisingannya adalah 90 dBA.

Jenis-jenis kebisingan yang sering ditemukan adalah:

  1. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi luas (steady state, wide band noise) bising dimana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putus-putus, misalnya suara yang ditimbulkan oleh kipas angin;
  2. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi sempit (steady state, narrow band noise),misalnya suara yang ditimbulkan oleh gergaji sirkuler dan katup gas;
  3. Kebisingan terputus-putus (intermitten) bising yang berlangsung secar tidak terus-menerus, melainkan ada periode relatif tenang, misalnya suara lalu lintas, suara kapal terbang dilapangan udara;
  4. Kebisingan impulsif (impact or impulsive noise) bising jenis ini memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan suara ledakan mercon, meriam., misalnya suara tembakan atau meriam;
  5. Kebisingan impulsif berulang,Sama dengan bising impulsif, hanya bising ini terjadi berulang-ulang misalnya suara yang ditimbulkan mesin tempa.

Sumber kebisingan

Sumber bising ialah sumber bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. Umumnya sumber kebisingan dapat berasal dari kegiatan industri, perdagangan, pembangunan, alat pembangkit tenaga, alat pengangkut dan kegiatan rumah tangga. Di Industri, sumber kebisingan dapat di klasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu

  1. Mesin   : Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktifitas mesin.
  2. Vibrasi : Kebisingan yang ditimbulkan oleh akibat getaran yang ditimbulkan akibat gesekan, benturan atau ketidak seimbangan gerakan bagian mesin. Terjadi pada roda gigi, roda gila, batang torsi, piston, fan, bearing, dan lain-lain.
  3. Pergerakan udara, gas dan cairan : Kebisingan ini di timbulkan akibat pergerakan udara, gas, dan cairan dalam kegiatan proses kerja industri misalnya pada pipa penyalur cairan gas, outlet pipa, gas buang, jet, flare boom, dan lain-lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebisingan
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kebisingan antara lain : (WHO, 1995)

  1. Intensitas, intensitas bunyi yang dapat didengar telinga manusia berbanding langsung dengan logaritma kuadrat tekanan akustik yang
    dihasilkan getaran dalam rentang yang dapat di dengar. Jadi, tingkat tekanan bunyi di ukur dengan logaritma dalam desible (dB).
  2. Frekuensi, frekuensi yang dapat didengar oleh telinga manusia terletak antara 16-20000 Hertz. Frekuensi bicara terdapat antara 250- 4000 Hertz.
  3. Durasi, efek bising yang merugikan sebanding dengan lamanya paparan dan berhubungan dengan jumlah total energi yang mencapai
    telinga dalam.
  4. Sifat, mengacu pada distribusi energi bunyi terhadap waktu (stabil, berfluktuasi, intermiten). Bising impulsive (satu/lebih lonjakan energi bunyi dengan durasi kurang dari 1 detik) sangat berbahaya.

Dampak dari kebisingan

Bising merupakan suara atau bunyi yang mengganggu. Bising dapat menyebabkan berbagaigangguan seperti :

  1. Gangguan fisiologis, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi bila terputus-putus atau yangdatangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah (± 10 mmHg), peningkatannadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkanpucat dan gangguan sensoris.
  2. Gangguan psikologis, Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dancepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatikberupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan lain-lain.
  3. Gangguan komunikasi dan ketulian, Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi pendengaranyang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukandengan cara berteriak. Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran, yangmenyebabkan tuli progresif dan efek ini telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dulu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s